1 Tahun Berapa Hari? Apakah Selalu 365 Hari?

Apakah Anda sudah hafal 1 tahun berapa hari? Kebanyakan orang pasti akan menjawab 365 hari, karena memang umumnya perhitungannya begitu. Namun sebenarnya, tidak selalu berjumlah 365 hari.

Tahun sendiri dihitung berdasarkan perputaran bumi mengorbit pada matahari. Setiap planet yang mengorbit matahari mempunyai waktu masing-masing sehingga berbeda satu sama lain. Jika Anda menghitung waktu di bumi dengan planet lain tentu akan berbeda.

Begitu juga berkaitan dengan perhitungan waktu setiap bulan. Anda pasti sudah hafal jika jumlah hari berbeda untuk setiap bulan. Supaya tahu perhitungannya, mari menyimak informasi dalam artikel berikut.

Menjawab Pertanyaan 1 Tahun Berapa Hari

1 tahun berapa hari

Sebelum membahas jumlah hari dalam satu tahun, alangkah baiknya untuk mengenali apa yang dimaksud dengan tahun atau warsa. Warsa adalah periode orbit bumi yang bergerak dalam orbitnya mengelilingi matahari.

Bumi mempunyai sumbu miring sehingga sejumlah negara mengalami pergantian musim berbeda sepanjang tahun. Setiap musim menghadirkan cuaca, waktu hingga kondisi vegetasi maupun kesuburan tanah berbeda.

Sebut saja ketika musim kemarau dan musim hujan di Indonesia. Ketika melihat tingkat kesuburan tanah di musim hujan dan kemarau sangat berbeda bukan? Musim kemarau dan musim hujan sendiri umumnya terjadi di negara dengan iklim tropis.

Sementara dalam iklim subtropis terjadi 4 musim yakni musim semi, panas, gugur dan dingin. Pergantian waktu dalam 1 warsa bisa ditandai dengan berlalunya semua musim tersebut.

Jadi, 1 tahun berapa hari? Dalam kalender modern atau Masehi, jumlahnya ialah 365 hari untuk tahun biasa. Sementara jika tahun kabisat maka jumlahnya mencapai angka 366.

Kabisat adalah istilah untuk penambahan satu hari dalam satu warsa. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan tahun astronomi. Kabisat ini hanya terjadi 4 warsa sekali.

Berbeda lagi dengan penanggalan hijriah. Pada kalender hijriah, 1 tahun berapa hari ? Jumlah hari dalam satu warsa adalah 354. Kemudian tidak ada istilah kabisat dalam penanggalan hijriah.

Di Indonesia sendiri banyak pihak yang memakai penggalan modern sekaligus hijriah dalam kehidupan sehari-hari. Sebab mayoritas penduduk di Indonesia ialah umat Islam. Memang hampir setiap agama mempunyai penanggalan masing-masing.

Umumnya umat Islam menggunakan kalender Hijriah untuk menentukan waktu tertentu yang berkaitan dengan agama Islam. Misalnya untuk menentukan tahun baru Islam dan lain sebagainya.

 

Apa yang dimaksud dengan Hari?

1 tahun ada berapa hari

Setelah tahu 1 tahun berapa hari, tentu wajib tahu apa yang dimaksud dengan hari. Meskipun sering mendengar istilah ini, tidak ada salahnya mempelajari dasar keilmuannya.

Hari merupakan satuan waktu dibutuhkan oleh bumi dalam berotasi pada porosnya sendiri. Waktu ini memuat pergantian siang dan malam. Konsep satuan ini digunakan secara luas di dunia, namun dengan bahasa berbeda untuk setiap negara.

Berbeda dengan penghitungan tahun yang memakai perputaran bumi mengelilingi matahari. Sehingga jangka waktunya sangat berbeda. Untuk tahu perubahan hari, cukup melihat ketika siang dan malam sudah dilewati.

Anda pasti sudah tahu ada nama hari dalam satu pekan. Sebut saja senin, selasa, rabu, kamis, jumat dan sabtu. Nama ini berbeda juga penyebutannya untuk setiap negara.

Misalnya saja dalam Bahasa Inggris penyebutannya ialah Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday and Saturday. Penyebutannya akan berbeda lagi untuk negara lainnya.

Ketika berkaitan dengan pertanyaan 1 tahun berapa hari, hasilnya bisa berbeda tergantung pada kalender yang dipakai. Namun jika pertanyaan menyangkut berapa jam, menit atau detik dalam satu hari, maka jawabannya akan sama saja.

Satu hari memuat waktu 24 jam. Namun, rentang waktu siang dan malam untuk setiap negara bisa berbeda. Misalnya waktu siang di Jerman jauh lebih lama daripada di Indonesia.

 

Mengulik Sejarah Penanggalan Masehi di Dunia

berapa hari dalam 1 tahun

Setelah mengenal sekilas informasi mengenai 1 tahun berapa hari, mari mengenal sistem masehi. Anda pasti sudah familiar dengan sistem tersebut, namun sudahkah tahu mengenai sejarahnya?

Kalender Masehi atau Anno Domini (AD) ialah istilah yang dipakai dalam penanggalan atau penomoran tahun pada kalender Julian dan Gregorian. Permulaan kalender ini disesuaikan dengan kelahiran Yesus dari Nazaret.

Awal mula penghitungannya dimulai semenjak hari tersebut. Sementara waktu sebelumnya dinamakan dengan Sebelum Masehi atau SM. Perhitungan pada kalender Julian kemudian disempurnakan di tahun 1582 menjadi Gregorian.

Paus Gregorius XIII yang mempunyai peran besar dalam menciptakan sistem kalender Gregorian untuk menggantikan versi Julian. Pada mulanya masih dipakai oleh negara Eropa lantas menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia.

Di zaman modern, kalender Masehi digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia guna memudahkan komunikasi. Jadi, penanggalan untuk setiap negara memakai sistem ini agar tercipta komunikasi universal di seluruh dunia.

👉 TRENDING  1 Galon Berapa Liter Dan Sejarah Galon

Akan tetapi, di samping itu setiap orang boleh menambahkan pemakaian sistem penanggalan lain. Misalnya menggunakan kalender masehi dan hijriah sekaligus. Seperti yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.

Selain mengetahui jawaban 1 tahun berapa hari, Anda juga perlu tahu mengenai sejarah nama bulan. Di zaman modern, nama bulan terdiri atas Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.

Tahukah Anda bahwa nama bulan dalam penanggalan masehi diambil dari nama dewa dewi? Seperti Januarius (Januari), Februarius (Februari), Martius (Maret), Aprilis (April), Matius (Mei), Junius (Juni), Quintilis, Sextilis dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana dengan Quintilis dan Sextilis?. Quintilis diubah menjadi Julius (Juli) oleh Kaisar Augustus. Begitu juga dengan Sextilis yang diganti menjadi Augustus (Agustus).

 

Menyimak Penggunaan Penanggalan Kabisat dan Sejarahnya

Menyimak Penggunaan Penanggalan Kabisat dan Sejarahnya

Dalam kabisat, 1 tahun berapa hari? Anda pasti sudah menemukan jawabannya dari penjelasan singkat di atas. Akan tetapi, bagaimana jumlahnya bisa menjadi 366?

Sebenarnya, bumi memerlukan waktu kurang lebih 365.25 hari guna mengitari matahari. Akan tetapi, dalam kalender masehi angkanya dibulatkan menjadi 365 untuk setiap warsa.

Sisa waktu 0.25 hari pada setiap warsa lantas dikumpulkan menjadi satu dan dimasukkan dalam kabisat. Jadi, sisa waktu 0.25 tersebut tidak diabaikan begitu saja. Pengumpulan waktu tersebut ditujukan untuk memudahkan penghitungan penanggalan masehi.

Jadi, dapat dipahami dengan mudah mengenai jawaban dari soal 1 tahun berapa hari dalam kabisat. Penambahan sisa waktu sendiri dikumpulkan pada bulan Februari. Jika biasanya jumlah hari pada Februari adalah 28, maka di kabisat menjadi 29.

Kabisat hanya terjadi 4 tahun sekali. Mengingat bumi mengitari matahari dalam waktu 365 hari lebih 6 jam. Sehingga sisa 6 jam dikumpulkan menjadi 24 jam dan dimasukkan dalam kabisat.

Mengingat pertanyaan dalam kabisat 1 tahun berapa hari, tahukah Anda siapa yang mencetuskannya pertama kali? Sosigenes Alexandria adalah seorang astronom yang mencetuskan konsep kabisat pertama kali.

Sosigenes Alexandria merupakan sosok yang hidup ketika masa kepemimpinan Julius Caesar. Sebelum muncul konsep penghitungan kabisat, masyarakat masih memakai kalender Romawi di mana beberapa ahli belum meyakini ketepatan dalam penghitungan bangsa Romawi.

 

Penggunaan Kalender Hijriah oleh Umat Islam

Penggunaan Kalender Hijriah oleh Umat Islam

Tahukah Anda 1 tahun berapa hari dalam kalender hijriah yang dipakai oleh umat Islam? Dalam negara yang penduduknya mayoritas Islam seperti Indonesia, kalender ini umum dipakai dalam kehidupan sehari-hari, bersanding dengan kalender masehi.

Kalender hijriah menetapkan peredaran bulan sebagai acuan penanggalan. Berbeda dengan kalender masehi yang memilih perhitungan berdasarkan peredaran matahari. Karena acuannya berbeda, banyak hal berbeda juga dari keduanya.

Misalnya saja berkaitan dengan kalender hijriah 1 tahun berapa hari. Yakni 354 hari sehingga dalam satu warsa lebih pendek 10-12 hari apabila dibandingkan dengan masehi.

Perbedaan lain tampak dalam permulaan hari. Konsep hijriah mengawali hari saat terbenamnya matahari atau tatkala memasuki waktu maghrib. Bukan menggunakan acuan pukul 00.00.

Lantas, sejak kapan penanggalan ini dipakai oleh Umat Islam? Penggunaannya dilaksanakan ketika masa Khalifah Umar Bin Khattab. Sementara penetapan permulaan 1 hijriah ialah ketika Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah.

Sebenarnya permulaan penanggalan ini menjadi perdebatan. Ada pihak yang mengusulkan ketika Nabi Muhammad lahir ke Mekah. Kemudian ada pihak lain yang mengusulkan supaya memulainya adalah ketika Nabi Muhammad meninggal.

Memang bukan hal aneh jika terjadi perdebatan semacam itu. Sampai pada akhirnya ditetapkan ketika Nabi Muhammad hijrah oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Selain mengetahui 1 tahun berapa hari dalam penanggalan Hijriah, Anda perlu tahu mengenai bulannya. Jumlahnya juga 12 sama dengan Masehi, namun penamaannya berbeda.

Nama-namanya ialah Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah. Sebenarnya nama bulan ini sudah dipakai masyarakat Arab sebelum Nabi Muhammad lahir di Mekah.

 

Penamaan Bulan Januari sampai April dalam Kalender Masehi

Penamaan Bulan Januari sampai April dalam Kalender Masehi

Setelah mengetahui 1 tahun berapa hari dalam kalender masehi, mari menyimak sejarah penamaan bulannya. Saat ini, Anda mungkin mengenalnya sebagai Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.

Namun sebelum itu ada sejarah atas penamaannya. Bahkan ada sejumlah bulan yang penamaannya sempat mengalami pergantian. Mari menyimak sejarah lengkapnya di bawah ini.

  1. Januari

Pada mulanya, penghitungan 1 tahun berapa hari masih belum pasti. Pada mulanya, bangsa Romawi Kuno juga tidak mengawali tahun dengan Januari, melainkan Maret. Begitu Numa Pompilius naik tahta menjadi raja, ia menambahkan Januarius dan Februarius.

Januari diambil dari nama Janus, seorang dewa Romawi kuno yang mana mempunyai dua wajah. Dewa tersebut mampu melihat arah depan dan belakang sekaligus. Sehingga Januari menjadi batas antara masa lalu dengan masa depan.

  1. Februari

Pertanyaan 1 tahun berapa hari cukup penting mengingat adanya konsep kabisat yang melibatkan bulan Februari. Februari sendiri ditambahkan oleh Numa Pompilius dengan mengutip nama seorang dewa yakni Dewa Februus.

Dewa Februus adalah seorang dewa pemurnian. Sehingga setiap tanggal 15 Februari, masyarakat Roma menggelar ritual pemurnian sebagai upaya pengampunan dosa.

  1. Maret

Maret terinspirasi dari kata Mars, yakni nama seorang dewa perang dalam mitologi Roma. Pada mulanya Maret merupakan bulan pertama dalam kalender Roma kuno. Sebab, Maret menunjukkan waktu di mana seluruh perang dihentikan untuk merayakan tahun baru.

  1. April

April bermula dari kata Aperire yang memiliki makna terbuka. Maksudnya terbuka ialah mengingat bunga-bunga yang mekar atau tatkala musim panen tiba. April menjadi masa yang paling dinantikan oleh para petani.

👉 TRENDING  Mengetahui Isi Satu Galon Berapa Liter dan Isi 1 Liter Berapa Gelas

 

Penamaan Bulan Mei sampai Desember dalam Kalender Masehi

Penamaan Bulan Mei sampai Desember dalam Kalender Masehi

Mari melanjutkan pembahasan dari bulan April ke bulan setelahnya, mulai dari Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November sampai Desember. Mari simak saja informasi selengkapnya di bawah ini.

  1. Mei

Mei berasal dari nama Dewa Romawi, yakni Maia, seorang dewa penyubur atau pengawas pertumbuhan tanaman di bumi. Ketika Mei tiba, bangsa Roma menyelenggarakan ritual yang ditujukan kepada Dewi Maia.

  1. Juni

Mengingat pertanyaan 1 tahun berapa hari, Juni biasa dijadikan acuan pertengahan warsa. Juni sendiri berawal dari kata Juno. Yakni Dewi Bangsa Romawi yang mempunyai sisi genius dan kuat mirip laki-laki.

  1. Juli

Pada mulanya Juli menempati posisi bulan kelima dalam kalender karena warsa diawali dengan Maret. Pada saat itu namanya masih Quintilis yang bermakna bulan ke-5. Lantas namanya berganti menjadi Juli karena jasa penguasa Romawi bernama Julius Caesar.

  1. Agustus

Ketika mempelajari sejarah perhitungan 1 tahun berapa hari pada masa Romawi, Anda akan mendapati Agustus sebagai bulan keenam atau Sextilia. Namanya berubah menjadi Agustus atas pengaruh Augustus Caesar, seorang penguasa Romawi.

  1. September

September bermula dari Bahasa Latin, yakni Septem dalam arti ketujuh. Mengingat pada saat itu Maret masih menjadi permulaan tahun. Meskipun kemudian ditambahkan Januari dan Februari, nama September masih dipertahankan sampai sekarang.

  1. Oktober

Oktober tidak jauh berbeda dengan September. Namanya berawal dari makna angka, yakni artinya 8. Kembali merujuk pada sejarah 1 tahun berapa hari di mana Maret adalah permulaan tahun.

  1. November

Melanjutkan dari Oktober, November mempunyai makna 9. Sama-sama berasal dari Bahasa Latin dan mempunyai makna angka. Jangan lupa hal ini terjadi sebelum ada penambahan Januari dan Februari dalam kalender.

  1. Desember

Paling akhir ialah Desember. Bulan yang menjadi penutup warsa ini sebenarnya mempunyai makna sepuluh, berawal dari Bahasa Latin. Desember juga menjadi masa untuk memberikan penghormatan kepada Dewa Romawi.

 

Penamaan Bulan Muharram sampai Jumada al-Tsaniyah dalam Kalender Hijriah

Penamaan Bulan Muharram sampai Jumada al-Tsaniyah dalam Kalender Hijriah

Setiap sistem penanggalan pasti mempunyai penamaan bulan masing-masing. Seperti masehi yang menamai dengan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.

Selain mengetahui 1 tahun berapa hari dalam kalender hijriah, Anda juga perlu tahu penamaan bulannya. Sebab, terdapat makna tersendiri untuk setiap bulan seperti penjelasan di bawah ini.

  1. Muharram

Muharram mempunyai makna terlarang. Maksudnya, ketika Muharram tiba, Bangsa Arab melarang adanya peperangan. Tidak boleh ada tumpah darah begitu Muharram datang. Hal ini merupakan warisan hukum adat yang berlaku di tanah Arab.

  1. Safar

Setelah masyarakat Arab menghindari peperangan tatkala Muharram, memasuki Safar rumah-rumah akan dikosongkan untuk menuju ke medan perang. Safar sendiri bermakna kosong.

  1. Rabi’ al-Awwal

Mencari tahu informasi mengenai 1 tahun berapa hari dalam kalender hijriah bisa mengantarkan Anda pada sejarah Arab yang menarik untuk dipelajari. Seperti mengetahui Rabi’ al-Awwal yang bermakna musim semi.

  1. Rabi’ al-Tsani

Melanjutkan bulan sebelumnya, Rabi’ al-Tsani menunjukkan masih berlangsungnya musim gugur. Tsani sendiri mempunyai makna kedua. Anda juga bisa mempelajari angka dalam Bahasa Arab untuk mengenali angka lainnya.

  1. Jumada al-Ula

Mempelajari perhitungan 1 tahun berapa hari dalam kalender hijriah tidak lengkap tanpa tahu mengenai bulan Jumada al-Ula. Jumada ini mempunyai makna beku atau keras.

Pada waktu tersebut, musim sedang panas bahkan bisa kekeringan. Selain di tanah Arab, memang banyak negara yang mudah mengalami kekeringan begitu musim panas melanda.

  1. Jumada al-Tsaniyah

Nama Jumada al-Tsaniyah melanjutkan dari nama bulan sebelumnya. Setiap bulan mempunyai penamaan tersendiri yang membuatnya terasa begitu menarik dan istimewa.

 

Penamaan Bulan Rajab sampai Dzulhijjah dalam Kalender Hijriah

Penamaan Bulan Rajab sampai Dzulhijjah dalam Kalender Hijriah

Ketika mempelajari informasi 1 tahun berapa hari dalam kalender hijriah, mungkin Anda mendapati kebanyakan nama bulan diambil dari musim yang sedang berlangsung. Mari menyimak makna bulan lainnya di bawah ini.

  1. Rajab

Rajab merupakan bulan yang diharamkan untuk menjalankan perang. Dilarang melakukan pembunuhan pada masa itu. Rajab sendiri mempunyai makna sesuatu yang mulia, jadi memuliakan manusia dengan tidak melakukan pembunuhan.

  1. Sya’ban

Sya’ban bersumber dari kata Syi’b yang maknanya ialah kelompok. Alasan penamaan Sya’ban ialah sebab ketika memasuki masa itu, masyarakat Arab kembali pada suku masing-masing. Tujuannya untuk menyiapkan perang selanjutnya.

  1. Ramadhan

Ramadhan berawal dari kata Ramadh yang artinya adalah panas menyengat atau membakar. Alasan penamaannya sebab pada waktu itu matahari terasa lebih menyengat. Mungkin Anda beberapa kali juga menyadari matahari terasa lebih panas ketika bulan Ramadhan tiba.

  1. Syawal

Syawal terinspirasi dari burung an-Naq. Yakni burung yang ketika hamil pada bulan Syawal akan mengangkat sayap dan ekornya sehingga tampak kurus badannya. Aktivitas mengangkat sayap atau ekor tersebut dinamakan dengan Syalala.

  1. Dzul-Qa’dah

Mempelajari makna bulan tidak kalah pentingnya dengan mengetahui 1 tahun berapa hari dalam hijriah. Dzul-Qa’dah sendiri berawal dari kata Qa’ada yang maknanya ialah duduk atau istirahat. Masyarakat Arab duduk bersantai menghindari perang.

Ketika Anda membaca sejarah islam maupun dunia, memang tidak jarang terjadi peperangan. Namun, umumnya setiap wilayah menetapkan waktu khusus di mana tidak boleh dilakukan perang.

  1. Dzulhijjah

Dzulhijjah merupakan masa dilaksanakannya haji ke Mekkah. Sebelum Islam hadir ke tanah Arab, masyarakat sendiri telah mempunyai budaya berkunjung ke Ka’bah. Islam menyempurnakan aktivitas tersebut menjadi ibadah haji.

👉 TRENDING  Berikut Penjelasan 1 Kaki Berapa Meter Mengenai Hitungan Feet Dengan Detail

 

Menyelami Perayaan Tahun Baru Masehi

Menyelami Perayaan Tahun Baru Masehi

Dari pembahasan di atas, sudah terjawab 1 tahun berapa hari dalam kalender masehi. Lantas, setelah berlalu waktu satu warsa, biasanya masyarakat merayakan datangnya tahun baru yang dimulai pada 1 Januari.

Perayaan semacam itu sudah muncul di Timur Tengah ketika 2000 SM. Akan tetapi, masyarakat Mesopotamia merayakan pergantian warsa tatkala matahari ada di atas khatulistiwa, yakni pada tanggal 20 Maret.

Pada pembahasan di atas sudah disebutkan mengenai awal mula pengambilan nama Januari yang berasal dari Dewa Janus. Yakni dewa yang mempunyai dua wajah, mampu melihat ke depan dan belakang sekaligus.

Masyarakat Romawi meyakini Dewa Janus sebagai dewa permulaan. Sehingga mereka merayakan pergantian warsa tatkala tanggal 31 Desember guna menghormati Dewa Janus. Mereka membayangkan satu wajah Janus yang menatap ke warsa lama.

Sementara wajah lainnya menatap ke warsa baru. Masyarakat Romawi saling berbagi hadiah untuk menyambut hari baru dengan penuh harapan. Misalnya memberi perak atau emas sebagai lambang keberuntungan.

Masyarakat juga menghidangkan berbagai makanan seperti madu dan permen guna melambangkan kedamaian. Kemudian menghias rumah dan lingkungan sekitar dengan lampu warna warni. Hal tersebut melambangkan harapan akan masa depan cerah.

Setelah mengetahui penghitungan 1 tahun berapa hari, masyarakat Romawi juga memberi penghormatan kepada Dewa Janus melalui persembahan koin emas. Koin emas tersebut bergambar Dewa Janus.

Harapan masyarakat Romawi berkaitan dengan koin emas tersebut agar Dewa Janus senantiasa memberi berkat dalam hidup di warsa mendatang. Berbagai aktivitas yang dilakukan dalam perayaan ini masih berlangsung sampai sekarang.

Misalnya saja aktivitas berbagi hadiah. Anda pasti juga hafal jika tahun baru hendak tiba, banyak masyarakat yang mempersiapkan hadiah untuk dibagikan. Bahkan banyak toko yang menjual produk khusus perayaan.

 

Menggali Makna Tahun Baru Hijriah

Menggali Makna Tahun Baru Hijriah

Masihkah Anda ingat 1 tahun berapa hari dalam kalender hijriah? Setelah melewati waktu satu warsa, umat Islam juga merayakan datangnya warsa baru. Waktu tersebut tentu berbeda perhitungannya dengan kalender masehi.

Dalam kalender umat Islam, Anda juga bisa menyebutnya sebagai tahun baru Islam. Momen ini terbilang penting bagi umat Islam. Tidak berbeda dengan umat agama lain yang merayakan pergantian warsa.

Penetapan awal sistem penanggalan umat Islam yang memakai siklus bulan ini bermula dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Hijrah menjadi momen penting dalam sejarah perkembangan agama Islam.

Menyimak informasi 1 tahun berapa hari di atas, Anda pasti juga sudah menemukan bahwa peristiwa hijrah Nabi menjadi awal penanggalan 1 hijriah. Tahun baru dalam Islam dimulai pada 1 Muharram.

Hijrah merupakan peristiwa besar dalam kehidupan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam di muka bumi. Perayaan tahun baru juga mengingat perjuangan Nabi Muhammad.

Karena hijrah dapat dimaknai sebagai perjuangan meninggalkan hal buruk ke arah yang lebih baik. Jadi, perayaan warsa baru dapat dimaknai sebagai keberanian untuk meninggalkan sesuatu yang buruk menuju sesuatu lebih baik.

Mampu berupaya meninggalkan hal-hal yang merugikan diri sendiri. Menuju hal-hal yang memberikan banyak manfaat baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan memang tidak hanya berguna bagi diri sendiri namun juga orang lain.

Biasanya banyak sekali acara yang diselenggarakan untuk menyambut warsa baru dalam Islam. Selain itu, banyak juga umat Islam yang menyambutnya dengan beribadah bersama.

Karena memang tidak ada aturan khusus mengenai perayaan tahun baru dalam Islam. Jadi, masyarakat merayakannya dengan cara berbeda-beda. Namun umumnya tidak keluar dari batas ajaran Islam.

 

Cara Menghitung 1 Tahun Berapa Hari

Cara Menghitung 1 Tahun Berapa Hari

Untuk menentukan suatu tahun memuat berapa hari, ada cara yang dapat dilakukan. Anda tidak harus menghitung jumlah hari satu persatu di dalam kalender.

  1. Satu Tahun Berapa Hari

Pertama-tama bedakan dahulu antara kalender masehi, hijriah dan kabisat. Jika Anda menggunakan kalender masehi, maka dapat diketahui jawaban dari pertanyaan 1 tahun berapa hari. Yakni 365 hari.

Apabila Anda menggunakan kalender hijriah, maka jumlah hari dalam satu warsa adalah 354. Lantas bagaimana dengan kabisat? Kabisat memuat 366 hari dan biasanya terjadi 4 tahun sekali.

Bagaimana cara tahu sebuah tahun merupakan kabisat atau bukan? Biasanya fenomena kabisat terjadi pada tahun yang habis dibagi 4. Misalnya saja 2016, 2020, 2024 dan seterusnya.

Jadi, untuk menentukan jumlah hari dalam satu warsa, perlu memperhatikan jenis kalendernya terlebih dahulu. Baru dapat dilakukan penghitungan secara tepat.

  1. Satu Tahun Berapa Minggu

Mari menghitung ke satuan minggu. Dalam satu warsa, Anda pasti sudah tahu jika ada 12 bulan. Lantas, dalam satu minggu memuat 7 hari. Cukup dibagi saja untuk menemukan jawabannya.

Karena dalam satu warsa ada 365 hari, maka bagi dengan angka 7 dan jawabannya ialah 52,1 minggu. Apabila dalam kabisat, maka 366 dibagi dengan 7 dan hasilnya 52,3.

Bagaimana penghitungannya dengan hijriah? Cukup bagi saja angka 354 dengan 7. Hasilnya ialah 50,6. Bagaimana dengan berbagai angka di belakang koma? Maksudnya itu adalah sisa hari.

Misalnya pada warsa biasa masehi ada 52,1 minggu. Maka maksudnya adalah 52 minggu sisa 1 hari. Begitu juga dengan konsep kabisat. 52,3 maksudnya adalah 52 minggu dengan sisa 3 hari.

Penghitungan waktu memang bisa berbeda untuk setiap jenis kalender yang dipakai. Karena setiap kalender memakai acuan berbeda. Jawaban atas pertanyaan 1 tahun berapa hari tergantung pada kalender masehi, kabisat atau hijriah.