Tari Merak Berasal dari Mana? Ketahui Gerakan dan Maknanya

tari Merak berasal dari

Tahukah Anda tari Merak berasal dari daerah mana? Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, akan tetapi juga sangat kaya akan kebudayaan. Seni dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang masih melekat hingga sekarang.

Dan menjadi salah satu daya tarik paling memikat yang tidak dimiliki banyak negara lainnya. Salah satu seni budaya Nusantara yang dimiliki oleh bangsa ini adalah tarian tradisional. Terdapat ratusan tarian adat dengan keindahannya masing-masing.

Di samping tarian adat yang diwariskan oleh nenek moyang, ada juga tari kreasi baru ciptaan para seniman daerah. Salah satu diantaranya yaitu tari Merak.

Sebagaimana namanya, tarian ini terinspirasi dari kehidupan burung Merak. Tari kreasi baru ini menampilkan pertunjukan seni berupa gerakan-gerakan yang meniru perilaku burung merak.

Mengenal Tari Merak Berasal dari Jawa Barat

Pada dasarnya, tari Merak bukanlah jenis tari tradisional seperti tari Saman dari Aceh atau Jaipong asal Jawa Tengah. Akan tetapi, tarian ini termasuk kategori tari kreasi baru atau dikenal juga dengan sebutan tari kontemporer ataupun modern.

Saat ini tari Merak dikenal sebagai kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Hal tersebut tidak terlepas dari penciptanya, yakni Raden Tjetjep Soemantri yang merupakan seorang seniman berdarah Sunda.

Penari yang membawakan tari Merak berasal dari Jawa Barat ini bergerak menirukan tingkah laku burung merak. Pertunjukan kesenian tersebut juga didukung kostum penarinya yang terinspirasi oleh keindahan bulu burung merak berwarna cerah saat mekar lebar.

Kesenian kontemporer ini memang bukan tarian adat tradisional yang klasik. Meski begitu, keindahan gerakannya yang populer menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Barat.

Sehingga diakui sebagai salah satu kesenian khas tanah Pasundan. Pertunjukan tari Merak dipentaskan pada berbagai acara, baik di level daerah, nasional, hingga internasional. Keindahan gerakan yang ditampilkan para penari mampu membuat penonton terpesona.

Tari Merak berasal dari Jawa Barat biasanya dibawakan oleh 6 sampai 10 penari perempuan. Mereka mengenakan selendang yang melingkar di pinggang. Selendang tersebut berupa kain yang dapat dibentangkan menyerupai bulu ekor burung merak ketika mekar.

Di dalam negeri, tari kontemporer ini dipentaskan saat acara kenegaraan, penyambutan tamu, resepsi pernikahan, atau acara adat. Selain itu, pertunjukan ini juga kerap ditampilkan pada festival seni dan budaya di luar negeri.

Sejarah Tari Merak Jawa Barat

Tari Merak berasal dari Jawa Barat adalah seni tari yang pertama kali diciptakan oleh Raden Tjetjep Soemantri pada tahun 1955. Ia merupakan seniman dan koreografer asal tanah Pasundan alias Jawa Barat.

Tarian kontemporer ini pertama kali diperkenalkan pada acara Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 silam. Pasca diciptakan oleh Raden Tjetjen Soemantri, tarian ini dipentaskan kembali pada:

  1. Rangkaian kegiatan Konferensi Asia Afrika tahun 1955
  2. Pertunjukan di Hotel Orient, Bandung tahun 1955
  3. Penyambutan Presiden Rusia, Voroshilof tahun 1957
  4. Pertunjukan tari di TPK tahun 1958

Raden Tjetjep Soemantri menciptakan tari Merak karena terinspirasi oleh gerakan-gerakan indah burung merak. Lebih spesifiknya lagi, koreonya menirukan perilaku merak jantan saat hendak memikat merak betina.

Untuk memikat betina, merak jantan akan memamerkan keindahan bulu ekornya yang terbentang indah, anggun, dan megah. Betina yang melihat bulu ekor jantan akan tertarik kepada si jantan.

Walaupun tergolong tari kreasi baru, namun penciptanya yaitu Raden Tjetjep Soemantri memasukkan elemen tradisional ke dalam tari Merak berasal dari Jawa Barat ini. Elemen tradisional tersebut terlihat dari musik pengiringnya.

Iringan musiknya menggunakan musik tradisional Sunda bernama gending macan ucul. Musik gamelan tersebut memberikan tempo gerakan penari saat menari dengan gemulai menirukan gerakan burung merak.

Biasanya tarian ini dipentaskan secara berpasangan yang merepresentasikan merak jantan dan betina. Sepeninggal Raden Tjetjep Soemantri yang meninggal pada 1963, tari Merak kemudian diolah kembali struktur koreografinya oleh sang murid yaitu Irawati Durban Ardjo.

Makna dan Filosofi Tari Merak

Makna di balik tari Merak berasal dari Jawa Barat adalah sebagai perwujudan atas rasa kagum terhadap keindahan serta keanggunan burung merak yang hidup di alam bebas.

Tarian ini menggambarkan perilaku burung merak jantan saat berusaha memikat betina dengan cara mengembangkan ekornya yang indah dan anggun. Sehingga si betina merasa terpesona kemudian menerima cintanya karena keelokan serta keindahannya.

Perilaku memikat si betina ditunjukkan dengan gerakan yang lembut, gemulai, luwes, dan mengundang perhatian serta decak kagum.

Secara keseluruhan, makna filosofi di balik penciptaan tarian kreasi baru ini adalah mengandung nilai-nilai religi, kebersamaan, serta kehalusan budi. Sehingga tari Merak salah satunya digunakan sebagai tarian penyambutan pengantin pria pada upacara pernikahan.

Ciri Khas dan Karakteristik Tari Merak

Tari Merak berasal dari Jawa Barat memiliki karakteristik tersendiri yang menjadi ciri khasnya dan membedakan dari tarian lain. Mulai dari gerakan, kostum, musik pengiring, atau lainnya. Karakteristik dan ciri khas tari Merak tersebut antara lain:

  1. Menampilkan gerakan gemulai yang merupakan imitasi tingkah laku burung merak jantan saat mendekati merak betina.
  2. Mengenakan kostum dengan desain seperti tubuh burung merak, mulai dari bagian kepala yang menyerupai mahkota hingga sepasang selendang yang bisa mengembang lebar seperti layaknya bulu ekor merak saat mekar.
  3. Kostum penari menggunakan warna-warna khas burung merak seperti biru, hijau, dan hitam.
  4. Dipentaskan secara berpasangan yang melambangkan perilaku merak jantan dan betina.
👉 TRENDING  Melestarikan Budaya Khas Sumatera Barat Lewat Tarian Piring Dan Payung

Gerakan Dasar dalam Tari Merak

Untuk menampilkan keindahan tari Merak berasal dari Jawa Barat, penari wajib menguasai gerakan-gerakan dasar yang meliputi gerak kepala, tangan, kaki, dan gerak kombinasi. Gerakan dasar tari Merak antara lain:

  1. Galier: gerakan di mana penari memutar kepala ke kanan, kiri, depan, atau belakang.
  2. Gilek: gerakan di mana penari menggelengkan kepala ke kiri dan kanan.
  3. Ukel: gerakan memutar tangan sesuai irama musik gamelan secara luwes.
  4. Selut: penari menggerakkan tangan ke kanan dan kiri secara bersamaan dengan gerakan mendorong ke depan atau ke atas dan harus menyesuaikan irama musik.
  5. Tepak bahu: gerakan menepuk pundak dengan salah satu tangan di mana posisi tangan bersilang.
  6. Capang: gerakan tari Merak berasal dari Jawa Barat di mana penari menekuk satu tangan.
  7. Nyawang: penari menggerakkan tangan sebagai isyarat bahwa ia sedang melihat jauh ke depan.
  8. Lontang kanan atau kiri: penari menggunakan kedua tangannya untuk saling bergerak secara bergantian.
  9. Duduk deku: penari menempatkan dirinya pada posisi duduk bersila atau melipat kaki.
  10. Seser: penari bergerak menggeserkan kakinya ke kanan atau kiri.
  11. Sirig: gerakan kaki di mana penari menggunakan kedua kakinya secara bersamaan.

Struktur Gerakan pada Tari Merak

Setelah Raden Tjetjep Soemantri meninggal, Irawati Durban Ardjo yang juga murid dari seniman Sunda tersebut mengolah kembali struktur gerakan tari kontemporer tersebut. Adapun struktur koreografi dan makna tari Merak berasal dari Jawa Barat yaitu:

  1. Gerakan Masuk Panggung

Ngalayang beber buntut adalah nama lain untuk gerakan masuk panggung. Pada koreografi ciptaan Rd. Tjetjep Soemantri, para penari memasuki panggung sembari mengepakkan sayap secara bergiliran.

Setelah dikembangkan oleh Irawati Durban, struktur gerakan masuk panggung ditampilkan dengan para penari mengepakkan sayap dan ditambah gerakan ngalayang beber buntut.

  1. Ngayun Soder

Struktur gerakan tari Merak berasal dari Jawa Barat ini pada versi Rd. Tjetjep Soemantri ditandai dengan penari mengayunkan soder ke depan. Selain itu, penari juga melakukan kepret ke samping, kemudian melakukan gerakan trisik. Adapun pada koreografi yang dikembangkan oleh Irawati Durban, terdapat gerakan tambahan yaitu godeg 1 gong.

  1. Kembang Kuray

Struktur koreografi kembang kuray pada versi Rd. Tjetjep Soemantri ditunjukkan seperti gerakan burung merak yang sedang berjemur. Sedangkan versi Irawati Durban, struktur tersebut ditambah dengan koreografi tarian balet yang menunjukkan burung merak sedang membanggakan kuncungnya.

  1. Keupat Merak

Keupat merak adalah struktur gerakan tari Merak berasal dari Jawa Barat yang hanya ada setelah dikembangkan oleh Irawati Durban. Keupat merak menampilkan koreografi menirukan seekor merak yang berjalan dengan angkuhnya.

  1. Merak Ulin

Struktur berikutnya yaitu merak ulin. Koreografi ini menggambarkan burung merak yang sedang bermain dan saling berkejaran.

  1. Merak Ngibing Sosoderan

Struktur ini baru dikembangkan oleh Irawati Durban dan tidak ada pada versi Rd. Tjetjep Soemantri. Gerakannya yaitu penari melakukan mincid ke kanan 1 gong dan mincid ke kiri 1 gong.

  1. Geleber Merak Mentang Buntut

Irawati Durban mengembangkan struktur koreografi tari Merak berasal dari Jawa Barat ini dengan penggambaran seekor merak jantan yang bergerak membanggakan keindahan ekor mekarnya.

  1. Gigibrig-Kokoer

Gigibrig-kokoer adalah koreografi yang mengibaratkan tingkah laku burung merak saat membersihkan badannya lalu mengais. Struktur gigibrig-kokoer terdapat pada koreografi ciptaan Rd. Tjetjep Soemantri maupun Irawati Durban.

  1. Nyalisik-Babintih

Struktur koreografi nyalisik-babintih menggambarkan burung merak yang sedang membersihkan kepada dan menyerepetkan pasangan (betina).

Bentuk Penyajian dari Tari Merak

Tari Merak berasal dari Jawa Barat biasanya ditampilkan oleh 6-10 orang penari perempuan. Ada juga yang menampilkan 3 orang penari atau lebih. Dalam pementasan, masing-masing penari berperan sebagai merak jantan atau betina.

Saat melakukan tarian, para penari diiringi oleh alunan musik tradisional yaitu macan tutul. Selain macan tutul, waditra bonang juga dimainkan sebagai selingan. Waditra biasanya dimainkan ketika penari melakukan gerakan sepasang merak yang tengah bermesraan.

Selain gerak tari yang lincah namun tetap gemulai, daya tarik lainnya ditonjolkan oleh aspek busana. Para penari mengenakan kostum dengan motif menyerupai bulu merak.

Pemilihan warnanya juga senada bulu burung tersebut, yaitu hijau, biru, serta hitam. Sehingga membuat penonton yang hadir di pertunjukkan tari Merak berasal dari Jawa Barat tersebut bisa membayangkan burung merak.

Untuk menyempurnakan keindahan pementasan, para penari juga memakai sejumlah aksesoris. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah selendang yang dapat dikembangkan layaknya ekor merak saat mekar.

Pola Lantai pada Tari Merak

Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya, tari Merak bukanlah termasuk tarian tradisional atau adat daerah. Melainkan termasuk tari kreasi baru, yaitu karya seni tari yang lahir dari pengembangan gerak tari di suatu daerah.

Tarian kreasi tidak terikat pada aturan khusus seperti halnya pada tari tradisional. Untuk meningkatkan nilai estetika suatu tari kreasi baru, dapat digunakan salah satu unsur dalam seni tari yaitu pola lantai.

Sama halnya dengan tari Merak berasal dari Jawa Barat yang menerapkan pola lantai tertentu. Adapun pengertian pola lantai dalam seni tari adalah suatu barisan atau formasi yang dibentuk para penari saat memperagakan koreografi.

Fungsi dari pola lantai sendiri salah satunya adalah untuk memudahkan penari dalam mengingat rangkaian koreografi tariannya. Ini karena pola-pola tersebut dapat dijadikan pedoman arah yang harus mereka lalui.

👉 TRENDING  Tari Saman Berasal dari Mana? Kenali Sejarah dan Maknanya

Secara umum terdapat dua pola lantai, yaitu garis lurus dan garis melengkung. Kedua jenis pola lantai tersebut juga diterapkan dalam tari Merak Jawa Barat, yaitu:

  1. Pola Lantai Garis Lurus

Pola lantai garis lurus yang digunakan pada tari Merak berasal dari Jawa Barat antara lain segitiga, persegi, huruf V, dan zig-zag.

  1. Pola Lantai Garis Melengkung

Sedangkan pola lantai garis melengkung pada tarian ini antara lain meliputi jenis lengkung ular, lengkung spiral, dan lengkung angka delapan.

Busana dan Aksesoris Penari Merak

Penari yang mementaskan tari Merak mengenakan busana atau kostum dengan ciri khas khusus. Kostum ini terdiri dari pakaian dan properti atau aksesoris lain yang dikenakan, yakni meliputi:

  1. Siger (Mahkota)

Siger dipakai pada bagian kepala dan menjadi aksesoris layaknya mahkota. Bentuknya menyerupai burung merak dengan bagian jambul memanjang seperti paruhnya. Siger biasanya terbuat dari bahan kulit sapi kemudian ditatah dan diberi warna.

Warnanya ada yang kuning, hijau, atau putih. Siger biasanya juga dipercantik dengan hiasan pernak-pernik dan payet berwarna keemasan. Saat terkena sorotan lampu, pernak-pernik dan payet tampak bersinar sehingga terlihat semakin anggun.

  1. Susumping

Susumping adalah aksesoris yang dipakai penari tari Merak berasal dari Jawa Barat dengan cara disisipkan pada bagian tengah. Aksesoris ini berupa garis-garis dekoratif menyerupai motif bulu merak.

Pembuatan susumping menggunakan bahan dari kulit sapi kemudian diberi warna hijau tua, hijau muda, perak, dan kuning keemasan.

  1. Giwang

Giwang atau anting dipakai dengan cara menjepitkannya ke daun telinga. Giwang ini berbentuk lingkaran dengan garis-garis melengkung. Warnanya keemasan dan diberi hiasan permata.

  1. Kelat Bahu

Sesuai namanya, aksesoris ini dikenakan pada bagian lengan penari. Kelat bahu memiliki garis dekoratif serta garis melengkung. Aksesoris dari bahan kulit sapi ini semakin dipercantik oleh hiasan menyerupai burung merak.

  1. Garuda Mungkur

Garuda mungkur adalah aksesoris tari Merak berasal dari Jawa Barat yang dipakai di belakang sanggul. Garuda mungkur membentuk ukiran burung merak dan dikenakan oleh penari yang memerankan merak jantan.

  1. Gelang Tangan

Penari juga memakai aksesoris berupa gelang tangan berwarna dasar hitam. Sementara warna luarnya emas dan perak.

  1. Kemben

Kemben adalah pakaian yang dibuat mengikuti bentuk tubuh penari dari atas dada sampai ke pinggang. Kemben ini terbuat dari kain beludru berwarna dasar hitam. Ada juga kemben yang berwarna emas membentuk motif bulu merak.

  1. Ekor

Ekor berbentuk setengah lingkaran dengan motif garis lurus, lengkung, dan bergelombang. Bagian ini memiliki warna dasar hijau muda dan menggambarkan keindahan merak.

Ekor dipakai di belakang punggung penari tari Merak berasal dari Jawa Barat dengan panjang mencapai mata kaki. Sementara bagian ujungnya diberi tali kecil yang memudahkan penari membentangkannya seperti merak melebarkan ekornya.

  1. Ikat Pinggang

Penari memakai ikat pinggang untuk mengeratkan kemben dan selendang. Ikat pinggang tersebut dibuat dari kain beludru berwarna hitam dan diberi bros pada bagian depannya untuk mengunci selendang.

Anda juga dapat menjadi bagian dari generasi yang mempertahankan kelestarian tari kontemporer ini. Caranya yaitu dengan mengapresiasi hingga mempelajari tari Merak berasal dari Jawa Barat di sanggar-sanggar tari.