Tari Saman Berasal dari Mana? Kenali Sejarah dan Maknanya

Tari Saman Berasal dari Mana Kenali Sejarah dan Maknanya

Sebagian masyarakat mungkin ada yang belum mengetahui tari Saman berasal dari mana. Saman adalah salah satu tarian tradisional Nusantara yang memiliki gerakan sangat memikat meski gerakannya dilakukan dengan posisi duduk.

Tarian ini juga sering dipentaskan pada berbagai acara formal ataupun dilombakan dalam kompetisi tertentu. Selain di sanggar-sangar tari, Saman juga banyak dipelajari oleh kelompok pelajar dan mahasiswa.

Terdapat beberapa sekolah yang memiliki ekstrakurikuler tari tradisional, salah satunya mempelajari Saman. Sedangkan mahasiswa biasanya mempelajarinya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Di balik keunikan gerakannya, Saman mencerminkan nilai-nilai keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, pendidikan, kekompakan, dan kebersamaan. Ingin tahu bagaimana penjelasan lengkap mengenai tari Saman? Simak ulasan kami berikut ini!

Mengenal Tari Saman Berasal dari Aceh

Saman merupakan salah satu tarian adat yang berasal dari Aceh, tepatnya suku Gayo. Tarian ini dimainkan oleh penari laki-laki yang berjumlah ganjil. Saman kerap disalahpahami dengan Ratoh Jaroe yang gerakannya mirip namun dimainkan oleh penari perempuan Aceh.

Saman memiliki ciri khas gerakan seperti menepuk tangan, menepuk dada, dan paha dengan gerakan yang begitu harmonis dan kompak. Selain gerakan, tarian ini juga menampilkan syair-syair bernuansa Islami yang dibawakan dalam bahasa-bahasa Gayo.

Tari Saman berasal dari Aceh kerap dipentaskan pada acara adat ataupun acara keagamaan, seperti perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw (Maulid Nabi). Seiring meningkatnya minat masyarakat, Saman kemudian banyak ditampilkan dalam berbagai festival dan perlombaan.

Sebagian literatur menyatakan bahwa Saman diprakarsai oleh Syekh Samman, seorang ulama asal Aceh. Oleh UNESCO, kesenian tradisional Aceh ini kemudian ditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Tak Benda pada tanggal 24 November 2011 lalu.

Tari Saman berasal dari Aceh ini bukan sekadar gerakan ritimis dan harmonis saja. Gerakan-gerakan dan syair-syairnya membawa nilai-nilai keagamaan, pendidikan, sopan santun, kekompakan, kebersamaan, hingga kepahlawanan.

Sejarah Tari Saman yang Penting Diketahui

Pada masa pemerintahan Kesultanan Aceh, Saman menjadi tarian adat yang hanya dipentaskan pada perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Perayaan tersebut dilaksanakan di kawasan masjid yang tidak jauh dari Gayo.

Seiring perkembangan zaman, tarian ini kemudian dikenal semakin luas dan dipentaskan dalam berbagai kesempatan. Mulai dari festival, pernikahan, penyambutan tamu penting, dan sebagainya.

Nama tari Saman berasal dari Aceh terinspirasi dari nama ulama besar Aceh bernama Syekh Muhammad As-Samman. Ia merupakan guru tasawwuf kelahiran Madinah yang memilih kesenian sebagai media dakwahnya kepada masyarakat setempat.

Gerakan Saman yang saat ini dikenal diyakini sebagai pengembangan dari tarian Melayu Kuno yang identik dengan gerakan menepuk tangan. Kemudian, Syekh Samman menambahkan syair Islami yang dilantunkan bersamaan dengan gerakan untuk memudahkan dakwahnya.

Syair-syair yang dirapalkan para penari bukan hanya berisi nilai-nilai keislaman seperti pujian kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw. Melainkan juga memuat nasihat, riwayat tokoh setempat, dan pengingat adat istiadat.

Pada masa kolonialisme, kolonial Belanda sempat melarang tari Saman berasal dari Aceh tersebut ditampilkan. Alasannya karena Saman memiliki unsur magis dan mampu mengobarkan semangat perlawanan rakyat.

Kala itu, para pejuang Aceh menggunakan tarian tradisional ini sebagai media untuk membangkitkan semangat rakyat Aceh untuk melawan Belanda.

Pementasan Saman pada acara pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun 1974 membuat tarian ini semakin dikenal luas oleh masyarakat. Keunikannya membuat masyarakat tertarik untuk ikut mempelajarinya sampai sekarang.

Nyanyian yang Ada dalam Tari Saman

Dahulu, Syekh Samman meminta puluhan hingga ratusan orang muridnya yang berjumlah ganjil untuk menarikan tari Saman berasal dari Aceh ini. Kini jumlah penarinya lebih sedikit namun tetap ganjil.

Sebelum para penari menampilkan gerakan tarian, pertunjukan akan dimulai dengan pemimpin atau disebut syekh yang membawakan nyanyian-nyanyian pengiring. Nyanyian tersebut berisi nasihat untuk para penonton sekaligus penari.

Berbeda dari tarian tradisional pada umumnya yang diiringi alunan musik menggunakan berbagai instrumen, Saman tradisional biasanya dipentaskan tanpa penggunaan instrumen.

Syair yang dilantunkan para penari lah sebagai pengiring tari Saman berasal dari Aceh tersebut. Ada beberapa aturan dalam menyanyikan lagu-lagu saat pementasan Saman:

  1. Rengum, adalah mukadimah atau pembukaan tari Saman yang diawali oleh pemandu tari.
  2. Dering, yaitu rengum yang kemudian diikuti oleh semua penari.
  3. Redet, adalah nyanyian singkat dengan nada pendek yang dilantunkan oleh pemimpin tarian (penari yang berada di posisi tengah).
  4. Syekh, adalah nyanyian panjang dengan nada tinggi melengking oleh penari tengah. Syekh juga digunakan sebagai tanda pergantian gerakan.
  5. Syair, adalah nyanyian yang dilantunkan secara berulang-ulang oleh penari lainnya mengikuti penari pemimpin.

Keunikan dari Gerakan Tari Saman

Tari Saman berasal dari Aceh identik dengan gerakan menepuk tangan, dada, bahu, dan paha. Para penari sesekali juga melakukan gerakan membungkuk, memiringkan badan, menoleh ke kiri atau kanan, hingga berpindah tempat dengan lutut sebagai tumpuannya.

Umumnya, pertunjukan Saman dibawakan oleh 13-21 penari laki-laki, namun jumlahnya bisa saja lebih banyak lagi. Gerakan pada tarian adat ini terbagi menjadi tiga, yakni gerakan pembuka, inti, dan penutup.

  1. Gerakan Pembuka

Gerakan pembuka disebut juga dengan gerakan Bersalaman di mana penari mengawali pertunjukan dengan mengucapkan salam kepada penonton. Gerakan Bersalaman diawali dengan posisi berdiri sambil meletakkan kedua tangan ke depan dada.

👉 TRENDING  Seni Budaya Adalah ? Menurut Para Ahli Begini

Setelah itu, penari tari Saman berasal dari Aceh memposisikan tubuhnya pada posisi duduk bersimpuh. Kemudian mereka meletakkan ikat kepala ke lantai yang menandakan pertunjukan dimulai.

Selanjutnya, penari melantunkan kalimat “Laa ilaaha illallah” dan mengucapkan “Assalamualaikum” sebagai salam pembuka kepada penonton yang hadir.

  1. Gerakan Inti

Gerakan bersalaman kemudian berlanjut ke gerakan inti. Penari mempertontonkan gerakan menepuk tangan, bahu, dan dada secara bersama-sama dengan kompak dan harmonis sehingga menciptakan irama tertentu.

Pada gerakan inti juga para penari melantunkan syair dan nyanyian-nyanyian. Pada momen tertentu, para penari bergerak semakin cepat dan tetap serasi sehingga intensitasnya semakin tinggi.

Mereka juga menampilkan kombinasi gerakan membungkuk ke depan, mendorong tubuh ke belakang dengan kemiringan tertentu, menolehkan kepala, atau setengah berdiri.

Keunikan tari Saman berasal dari Aceh yang tidak kalah menarik yaitu penari membentuk formasi-formasi tertentu menggunakan pola-pola lantai yang bervariasi. Ini membuat pertunjukan semakin atraktif.

  1. Gerakan Penutup

Setelah gerakan inti selesai dipertontonkan, penari akan menampilkan gerakan penutup untuk mengakhiri pertunjukan. Ini ditunjukkan dengan posisi posisi setengah berdiri atau badan berdiri dengan lutut sebagai tumpuan.

Kemudian kedua tangan ditangkupkan di depan dada dengan pandangan lurus ke arah penonton sebagai tanda penghormatan. Selanjutnya penari memposisikan badannya duduk bersimpuh sambil meletakkan kedua tangan di atas paha. Terakhir, penari meninggalkan panggung pertunjukan yang menandakan pementasan tarian adat tersebut telah selesai.

Mengenal Pola Lantai dalam Tari Saman dan Fungsinya

Tari Saman berasal dari Aceh dilakukan dengan pola-pola lantai tertentu. Dalam tarian tradisional, terdapat dua jenis desain garis pada pola lantainya, yaitu garis lurus dan garis lengkung.

Garis lurus mendatar menunjukkan kesan istirahat. Sementara desain garis tegak lurus menunjukkan kesan ketenangan dan keseimbangan. Desain garis diagonal menunjukkan kesan kuat dan dinamis.

Sedangkan desain garis melengkung atau melingkar menunjukkan kesan lembut serta manis. Adapun fungsi pola lantai pada tarian tradisional antara lain:

  • Memperjelas atau memperkuat gerakan dari peranan (penari) tertentu.
  • Lebih menekankan atau memperkuat tokoh tertentu dalam tarian yang ingin ditonjolkan.
  • Membuat karakteristik gerak pada suatu tarian lebih hidup.
  • Membentuk komposisi, menyesuaikan gerak dengan ruang pertunjukan yang ada.
  • Membuat pementasan secara keseluruhan lebih indah.

Saman termasuk jenis tari yang cukup sulit karena mengandalkan harmonisasi dan kekompakan. Sehingga membutuhkan latihan intensif serta konsentrasi tinggi saat mementaskannya.

Pola lantai yang digunakan pada tari Saman berasal dari Aceh ini antara lain meliputi pola lantai vertikal, horizontal, diagonal (menyilang), serta melengkung.

  1. Pola Lantai Horizontal

Pola lantai horizontal dilakukan dengan penari membentuk garis lurus sejajar secara horizontal. Sehingga posisinya berhadapan dengan pandangan penonton. Para penari duduk bersimpuh dengan kaki terlipat.

Kedua kaki yang terlipat dijadikan sebagai tumpuan badan. Posisi duduknya merapat satu sama lain sehingga bahu para penari saling bersentuhan. Berlaku juga pola ruang yang terbatas pada level atau ketinggian posisi badan.

Level paling tinggi pada tari Saman berasal dari Aceh ini adalah penari bergerak naik dari posisi duduk ke posisi berdiri di atas lutut. Sedangkan level paling rendahnya yaitu penari membungkukkan badan ke depan sejajar dengan paha.

Posisi membungkuk ke depan kemiringannya bisa hampir 90 derajat. Selain itu, posisi rendah lainnya adalah membalik ke belakang dengan kemiringan badan sekitar 60 derajat.

  1. Pola Lantai Vertikal

Pola lantai berikutnya adalah pola lantai vertikal di mana penari membentuk garis lurus sejajar dari depan ke belakang. Pola lantai vertikal membawa misi menyampaikan pesan yang mengandung keagamaan dan spiritual.

Yaitu menunjukkan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa sebagai penciptanya dan juga pencipta seluruh alam semesta. Nilai inilah yang menjadi kandungan penting dalam tarian adat ini.

  1. Pola Lantai Diagonal

Pola lantai diagonal pada pementasan tari Saman berasal dari Aceh ditunjukkan dengan penari yang memposisikan dirinya pada pola garis menyilang menyudut ke kiri atau ke kanan.

Penari berpindah tempat tanpa berdiri, melainkan menggunakan lututnya sebagai tumpuan untuk bergerak ke kanan, kiri, depan, atau belakang. Makna yang terkandung pada pola lantai diagonal adalah kekuatan bersama yang dinamis.

  1. Pola Lantai Melengkung

Pola lantai melengkung ditunjukkan dengan posisi penari yang berbaris membentuk garis melengkung. Pola melengkung ini dibedakan lagi menjadi tipe garis lingkaran, lengkung ular, dan lengkung angka delapan.

Pola melengkung pada pementasan tari Saman berasal dari Aceh Gayo melambangkan kelenturan, lemah lembut, serta menunjukkan keserasian atau harmoni.

Makna Gerakan dalam Tari Saman

Pada dasarnya, setiap gerakan dalam semua tarian tradisional diciptakan bukan hanya sebagai kesenian yang memiliki nilai estetika. Melainkan juga mengandung makna-makna filosofis di balik gerakannya.

Begitu juga dengan Saman dari Gayo, Aceh yang terkenal memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai keagamaan khususnya Islam. Mulanya, Saman merupakan bagian dari aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tarekat (tasawuf) pimpinan Syekh Samman.

Syekh Samman menciptakan gerakan tarian ini sebagai aktivitas berdzikir kepada Allah. Ini terlihat dari harmonisasi gerak dan lantunan syair berisi puji-pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad.

Syair tari Saman berasal dari Aceh yang berisi nasihat dan riwayat tokoh mencerminkan nilai-nilai pendidikan, sopan santun, serta kepahlawanan. Gerakan yang dilakukan bersama-sama secara serasi dan harmonis memiliki makna kekompakan serta kebersamaan.

👉 TRENDING  Dari Manakah Tari Piring Berasal? Mari Mengenal Lebih Dekat

Di samping itu, setiap gerakan pada tarian ini juga memiliki makna filosofis tersendiri. Penari yang bersimpuh dalam formasi garis sejajar horizontal mencerminkan rapatnya shaf (barisan) pada sholat berjamaah.

Tidak hanya itu, pola lantai horizontal juga merefleksikan hubungan sosial antar umat manusia. Sementara formasi berbaris lurus ke belakang melambangkan hubungan vertikal antara Tuhan dan manusia.

Tari Saman berasal dari Aceh didominasi dengan posisi duduk bersimpuh sepanjang pertunjukan. Ini merepresentasikan posisi duduk di antara dua sujud saat umat Islam sedang mendirikan ibadah sholat.

Busana yang Dikenakan Penari Saman

Saman membawa nilai-nilai keislaman yang tidak hanya ditunjukkan melalui lantunan syair-syair berisi puji-pujian kepada Tuhan dan Nabi-Nya. Akan tetapi juga tercermin dari busana tertutup yang dikenakan penarinya.

Dalam pementasan Saman, penari memakai pakaian dengan kombinasi warna hitam dan warna cerah. Dari atas ke bawah, busana yang dipakai terdiri dari:

  1. Bulung Teleng

Bulung teleng adalah kostum yang dipakai di kepala, yakni semacam penutup kepala berwarna hitam. Bulung Teleng atau dinamakan juga Tengkuluk biasanya ditambahi sulaman benang sehingga penutup kepalanya semakin indah.

  1. Kerawang

Untuk baju dan celana, penari tari Saman berasal dari Aceh mengenakan pakaian adat suku Gayo yang dinamakan Kerawang. Kerawang memiliki warna dasar hitam lalu berhiaskan sulaman benang berwarna putih, hijau, dan merah.

Pada tubuh bagian bawah, penari Saman biasanya mengenakan celana panjang berwarna hitam mengkilap sampai ke mata kaki. Pada bagian bawah celana biasanya juga berhiaskan motif bercorak keemasan.

  1. Sarung

Sarung dililitkan pada bagian luar celana seperti layaknya pakaian adat khas Melayu. Sarung yang digunakan yaitu sarung bermotif khas batik Gayo berwarna senada dengan pakaian yang dikenakan penari.

  1. Stagen

Penari memaki stagen berwarna hitam untuk mengencangkan pakaian agar tidak mengendur saat mementaskan gerakan-gerakan Saman yang cepat. Selain itu, penggunaan stagen juga bertujuan agar tubuh terlihat lebih tegas dan sopan.

  1. Sabuk

Properti tari Saman berasal dari Aceh lainnya yaitu sabuk. Penggunaannya yaitu untuk menutupi stagen yang melingkar pada pinggang penari. Pemakaian sabuk juga sebagai hiasan untuk memperindah penampilan.

  1. Topong Gelang

Topong gelang adalah properti yang dikenakan pada bagian pergelangan tangan. Topong gelang sendiri adalah gelang yang terbuat dari kain tertentu kemudian diikatkan pada pergelangan tangan penari.

  1. Sapu Tangan

Sapu tangan berbentuk persegi juga merupakan salah satu properti yang dikenakan oleh penari Saman. Seperti topong gelang, sapu tangan juga dipakai di pergelangan tangan. Meski begitu, sifatnya opsional menyesuaikan kebutuhan.

Pemilihan warna sapu tangan disesuaikan berdasarkan warna pakaian penari. Dengan begitu, penampilan secara keseluruhan akan lebih indah dan serasi.

Keunikan Tari Saman Berasal dari Aceh

Tari Saman menjadi salah satu tarian tradisional yang sangat dikagumi masyarakat. Ini tidak lepas dari daya tarik serta keunikan yang dimilikinya, yaitu:

  1. Menampilkan gerak tepukan yang harmonis, cepat, dan serasi.
  2. Menampilkan formasi unik di mana penari berpindah posisi tanpa berdiri.
  3. Diiringi syair yang dilantunkan penari secara bersama-sama.
  4. Sebagai media dakwah.

Saman adalah bagian dari kekayaan seni budaya Nusantara yang harus kita jaga kelestariannya. Selain mengetahui tari Saman berasal dari mana, salah satu cara melestarikannya yaitu dengan mempelajarinya.